Poto : Kondisi Air Sungai Liku di Kelurahan Bunut Keruh Usai Hujan, Bukan Karena Tambang
Sanggau, JejakSanggau.com – Isu mengenai keruhnya air sungai akibat aktivitas tambang kembali ramai dibicarakan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua sungai yang keruh disebabkan oleh aktivitas pertambangan. Salah satunya terjadi di Sungai Liku, wilayah Kelurahan Bunut, Kabupaten Sanggau.
Berdasarkan pantauan langsung warga dan awak media, air Sungai Liku tampak keruh pekat setelah diguyur hujan lebat. Padahal, di sepanjang aliran sungai tersebut tidak terdapat aktivitas penambangan emas maupun pengerukan material.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kekeruhan air sungai juga bisa disebabkan oleh faktor alam, seperti erosi tanah, limpasan air dari perkebunan, serta endapan lumpur yang terbawa arus hujan dari wilayah lebih tinggi.
Ketua Wartawan Non-Blok Kabupaten Sanggau, menyampaikan pentingnya masyarakat untuk lebih cermat dalam menilai kondisi alam.
“Tidak semua sungai keruh berarti ada tambang. Sungai Liku ini contohnya, keruh karena hujan deras, bukan karena aktivitas manusia,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemberitaan terkait kerusakan lingkungan harus berdasarkan data dan konfirmasi lapangan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.
“Kita harus bedakan antara fakta alamiah dan aktivitas ilegal. Media punya tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi yang berimbang,” tambahnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diharapkan tidak langsung menyimpulkan bahwa setiap sungai yang keruh disebabkan oleh pertambangan, melainkan juga memperhatikan faktor cuaca dan kondisi geografis sekitar.
Publis : tim







